Archive for the ‘news’ Category

Tipe LCD kamera/ponsel

Posted: October 30, 2012 in news

Layar LCD, atau Liquid Crystal Display, sudah pasti adalah bagian penting tak terpisahkan dari sebuah ponsel modern. Sejak munculnya ponsel berlayar warna hingga saat ini sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam teknologi layar, dan kabar baiknya adalah biaya produksinya yang semakin murah. Tapi tidak semua ponsel punya layar LCD yang sama, meski sepintas tampak sama. Kali ini saya coba jelaskan apa-apa saja yang perlu dicermati dari spesifikasi layar LCD pada sebuah ponsel supaya kita tidak menyesal setelah membeli.

Layar LCD tersusun dari sekumpulan piksel warna yang tiap pikselnya terdiri dari tiga elemen warna yaitu merah (Red), hijau (Green) dan biru (Blue) atau biasa disebut dengan RGB. Piksel ini tersusun membentuk bidang persegi empat, bisa horizontal atau vertikal tergantung desain ponselnya, dengan aspek rasio umumnya 4 banding 3. Ada kalanya satu dua piksel di layar LCD terperangkap dan tidak bisa berubah warna, biasa disebut dead pixel. Layar LCD modern sudah dilengkapi dengan teknologi touch screen sehingga bisa merespon terhadap sentuhan, sehingga menyebabkan booming ponsel layar sentuh seperti Android dan tablet. Untuk membedakan teknologi layar LCD, cobalah perhatikan spesifikasi berikut ini.

Jenis material pembuatnya

Dulu di era 90-an, layar warna pada ponsel masih berteknologi CSTN yang biaya produksinya lebih murah. Layar CSTN punya kekurangan yaitu waktu respon yang lambat dan tidak enak dilihat. Kini teknologi CSTN sudah tidak dipakai dan sudah diganti dengan TFT yang lebih cepat dan jernih. Kualitas layar TFT sendiri masih ada beberapa kelas, dibedakan dari waktu respon (semakin cepat semakin baik) dan kontras rasio (semakin kontras semakin baik). Saat ini teknologi TFT sudah sampai di tahap sangat baik, dengan hadirnya Super Clear LCD TFT dan Nova Dispay yang punya kontras sangat tinggi, warna hitam pun tampil benar-benar hitam gelap. Di pihak lain ada pesaing LCD yang bernama Amoled, yang dulunya berawal dari OLED dan kini sudah berkembang menjadi Super Amoled.

Kedalaman warna

Ini kaitannya dengan seberapa banyak warna yang bisa ditampilkan oleh sebuah layar LCD, diantaranya :

8 bit (256 warna)
12 bit (4096 warna)
16 bit (65 ribu warna)
18 bit (256 ribu warna)
24 bit (16 juta warna)

Semakin banyak warna maka tampilan akan semakin tampak nyata seperti aslinya, gradasi warna yang halus dan enak dilihat. Di atas 16 juta warna mata manusia sudah tidak bisa merasakan perbedaannya, jadi tidak perlu menunggu spesifikasi layar di atas itu. Ponsel jaman sekarang umumnya layarnya sudah punya 65 ribu warna, bahkan ini sudah dirasa ketinggalan jaman karena sudah mulai banyak ponsel modern dengan 16 juta warna.

Resolusi / kerapatan piksel

Ini yang sering mengecoh kita. Kita sering menganggap bahwa layar itu dinilai dari ukuran fisiknya saja, misal ponsel dengan layar 3 inci seolah lebih baik dari yang 2,8 inci dan seakan bakal lebih nyaman untuk membaca teks. Padahal soal ketajaman itu tidak berkaitan dengan ukuran layar. Ketajaman ditentukan dari kerapatan piksel, artinya semakin banyak piksel pada sebuah LCD maka semakin tajam tampilan yang dihasilkan layar. Perhatikan kalau ponsel dengan spesifikasi layar yang mirip, bisa saja punya resolusi QVGA, HVGA, VGA atau bahkan WVGA. Sebagai contoh Samsung Galaxy Mini punya layar 3,2 inci tapi resolusinya cuma QVGA, sedang Galaxy Gio yang juga 3,2 inci punya resolusi HVGA, tapi Xperia Ray yang layarnya 3,3 inci punya resolusi WVGA.
Bila bingung dengan istilah resolusi, inilah beberapa resolusi layar standar dan namanya :

220 x 176 : ponsel biasa
320 x 240 -> QVGA (Quarter VGA) : Galaxy Mini, Nokia C5
400 x 240 -> WQVGA (Wide Quarter VGA) : Samsung Wave, Star
480 x 320 -> HVGA (Half VGA) : Galaxy Ace, Xperia Mini
640 x 360 -> nHD : Nokia N97, Nokia 500, Nokia 700
640 x 480 -> VGA : Blackberry Bold, Nokia E6
800 x 480 -> WVGA (Wide VGA) : Galaxy S, Xperia Arc
800 x 600 -> SVGA (Super VGA)
960 x 640 -> DVGA : iPhone 4

Tentunya semakin rendah kerapatan pikselnya maka layarnya akan semakin tidak tajam, font dan icon tampak bergerigi dan tidak nyaman untuk membaca teks ukuran kecil. Saran saya, hindari membeli ponsel dengan layar besar (misal 3 inci) yang resolusinya cuma QVGA, usahakan dapat yang HVGA.

Teknologi layar sentuh

Layar sentuh sudah jadi tren ponsel masa kini. Ada dua macam teknologi layar sentuh, yaitu :

resistif : kuno, murah dan bisa ditekan pakai apa saja (biasanya disertai stylus)
kapasitif : modern, lebih mahal dan hanya bisa disentuh jari (tidak bisa pakai kuku)
Kini bahkan layar sentuh sudah mampu mengenal lebih dari satu sentuhan (multi touch) yang berguna untuk mendeteksi gesture seperti cubit, geser dan zoom.

Itulah beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam menilai layar sebuah ponsel, ternyata tidak semua layar LCD itu sama kan?

Sumber

Advertisements

MIMO = Multiple-Input Multiple-Output

Posted: June 15, 2010 in news

Mari bicara tentang wireless communication. Lebih spesifiknya, tentang teknologi Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) dalam wireless communication.

Apa Itu MIMO?

Hampir semua orang yang punya laptop atau handphone-tipe-rada-canggih pasti pernah memanfaatkan layanan internet nirkabel, contohnya wireless LAN (WLAN alias WiFi alias hot spot?) yang biasa ada di tempat-tempat umum. Pernahkah Anda merasa, kecepatan browsing internet wireless lebih lambat dibandingkan dengan koneksi berkabel? Sorry to say, tapi memang begitulah kenyataannya. Nah, tujuan utama si MIMO ini adalah meningkatkan data rate wireless communication secara signifikan. Wireless LAN yang tadinya berkecepatan maksimum 54 Mbps, bisa di-makeover sampai 600 Mbps (batas maksimum untuk standar WLAN terbaru–disahkan tahun 2009) bahkan hingga orde Gbps (yang sedang dalam proses penggodokan). Bye bye internet wireless lemot!
Bagaimana MIMO bisa meningkatkan kecepatan ber-internet? Idenya adalah: menambah jumlah antena. Jadi, selama ini, sistem internet wireless kita menggunakan satu antena pengirim (transmit antenna) dan satu antena penerima (receive antenna). Sistem ini disebut SISO, Single-Input Single-Output. Sekarang, bagaimana kalau kita tambah jumlah antenanya? Misalnya, di bagian pengirim ada dua antena, di bagian penerima ada dua antena. Semua antena bisa bekerja pada waktu yang sama. Sistem ini disebut MIMO, Multiple-Input Multiple-Output. Logikanya, dengan menggunakan MIMO, pada setiap saat, jumlah data yang bisa ditransmisikan lebih banyak kan? Karena itulah, data rate akan jauh lebih tinggi. Insya Allah.

MIMO

Oh iya, sebelum lebih jauh, kayaknya gw perlu menambahkan: MIMO bukan hanya untuk internet wireless, tetapi juga bisa untuk banyak aplikasi lain contohnya transmisi TV digital.

Apa Itu STBC?

Judul post ini adalah “STBC-MIMO”. Sebelum gw menjelaskan apa itu STBC, gw ceritakan sedikit mengenai kenyataan pahit yang kita hadapi saat transmisi data. Data yang dipancarkan secara wireless akan mengalami gangguan di udara (atau istilah yang dipakai ketika kuliah: mengalami noise di kanal). Akibatnya, ketika data diterima oleh receiver, terjadi error. Yang dikirim ’0′, yang diterima ’1′. Atau sebaliknya. Ketika kita mentransmisikan data dengan sistem MIMO, resiko error itu semakin besar. Karena antena yang digunakan banyak, kalau sinyalnya saling mengganggu gimana? Di sinilah STBC berperan: untuk mengurangi error.
Kepanjangan STBC adalah Space-Time Block Codes. Nggak perlu ngerti lah maksudnya “space-time block codes” itu apa. Gw juga nggak begitu ngerti -_-. Intinya, ketika menerapkan STBC, transmitter akan mengirimkan data yang sama lebih dari sekali, buat jaga-jaga kalau-kalau data itu kenapa-kenapa di jalan. Hehehe. Kalau receiver menerima data yang “rusak”, dia tetap bisa memprediksi dengan akurat, sebenarnya data aslinya itu apa. Istilah dalam kuliah: melakukan proses decoding data.
Transmitter nggak boleh sembarangan dalam mengirim data. Ada pola tertentu yang harus diikuti. Contohnya, untuk MIMO system dengan dua antena pengirim, dan ada dua macam data yang ingin dikirimkan (A dan B), berlaku pola berikut ini.
• Pada detik pertama (pakai istilah “detik” biar lebih gampang), antena 1 mengirimkan data A, antena 2 mengirimkan data B.
• Pada detik kedua, antena 1 mengirimkan data -B, antena 2 mengirimkan data A.
Yah, nggak persis seperti itu sih, tapi yang penting cukup memberi gambaran bahwa skemanya nggak sesimpel “antena 1 mengirimkan data A dua kali berturut-turut dan antena 2 mengirimkan data B dua kali berturut-turut”. Skema seperti ini disebut transmit diversity.
Seorang jenius bernama Alamouti berhasil menemukan bahwa dengan skema transmit diversity yang tepat, somehow sinyal yang kita kirimkan bisa jadi lebih “kuat” yang artinya tahan terhadap noise. Alamouti berhasil menurunkan secara matematis. Keren banget. Hanya dengan mengatur pola pengiriman data, kita bisa mendapatkan gain tanpa menambah komponen hardware. Fenomena ini disebut transmit diversity gain.

Sumber : http://aidillapradini.wordpress.com/page/3/

BAGIAN-BAGIAN HARDDISK

Posted: June 11, 2010 in news

Seperti kita ketahui hardisk adalah tempat penyimpanan data dan dokumen, serta tempat System OS serta aplikasi program di install. Sebenarnya Hardisk dapat di golongkan dengan Memory, yaitu memory permanen, karena data dan dokumen yang tersimpan tidak akan hilang setelah komputer di matikan atau di offkan.

Harddisk

Didalam Hardisk terdapat beberapa komponen-komponen penting, dengan mengetahui komponen-komponen Hardisk ini kita dapat lebih memelihara hardisk kita agar dokumen dan data kita aman tersimpan di dalamnya. Sebab bila anda memiliki Data yang penting, maka bila hardisk anda rusak maka data andapun ikut rusak. Tapi bila Mother Board atau komponen lainnya rusak sementara hardisk tidak rusak, anda dapat mengganti komponen lainnya dan memasang hardisk anda tersebut dan data di dalamnya tetap aman.

Inilah beberapa komponen penting dari Hardisk :

Bagian-Bagian Harddisk

Platter
Berbentuk sebuah Pelat atau piringan yang berfungsi sebagai penyimpan data.Berbentuk bulat,merupakan cakram padat,memiliki pola-pola magnetis pada pada sisi-sisi permukaanya.Platter terbuat dari metal yang mengandung jutaan magnet-magnet kecil yang disebut dengan magnetic domain.Domain-domain ini diatur dalam satu atau dua arah untuk mewakili binary “1” dan “0”

Dalam piringan tersebut terdiri dari beberapa track, dan beberapa sector, dimana track dan sctor ini adalah tempat penyimpanan data serta file system. Misalnya hardisk kita berkapasitas 40 GB, bila di format kapasitasnya tidak sampai 40 Gb. karena harus ada trac dan sector yang dipakai untuk menyimpan ID pengenal dari formating hardisk tersebut.

Jumlah pelat dari masing-masing harddisk berbeda-beda,tergantung pada teknologi yang digunakan dan kapasitas yang dimiliki tiap harddisk.Untuk harddisk-harddisk keluaran terbaru,biasanya sebuah plat memiliki daya tampung 10 sampai 20 Gigabyte.Contohnya sebuah Harddisk berkapasitas 40 Gigabyte,biasanya terdiri dari dua buah plat yang masing-masing berkapasitas 20 Gigabyte.

Spindle
Spindle merupakan suatu poros tempat meletakan platter.Poros ini memiliki sebuah penggerak yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk yang disebut dengan spindle motor.Spimdle inilah yang berperan ikut dalam menentukan kualitas harddisk karena makin cepat putaranya,berarti makin bagus kualitas harddisknya.Satuan untuk mengukur perputaran adalah Rotation Per Minutes atau biasa disebut RPM.Ukuran yang sering kita dengar untuk kecepatan perputaran ini antara lain 5400 RPM,7200 RPM atau 10000 RPM.

Head
Piranti ini berfungsi untuk membaca data pada permukaan pelat dan merekam informasi ke dalamnya.Setiap pelat harddisk memiliki dua buah head.Satu di atas permukaan dan satunya lagi dibawah permukaan.

Head ini berupa piranti yang elektromagnetik yang ditempatkan pada permukaan pelat dan menempel pada sebuah slider.Slider melekat pada sebuah tangkai yang melekat pada actuator arms.Actuator arms dipasang mati pada poros actuator oleh suatu papan yang disebut dengan logic board.

Oleh karena itu pada saat hardisk bekerja tidak boleh ada guncangan atau getaran, karena head dapat menggesek piringan hardisk sehingga akan mengakibatkan Bad Sector, dan juga dapat menimbulkan kerusakan Head Harddisk sehingga hardisk tidak dapat lagi membaca Track dan Sector dari Hardisk.

Logic Board
Logic Board merupakan papan pengoperasian pada hardisk, dimana pada logic Board terdapat Bios Hardisk sehingga hardisk pada saat dihubungkan ke Mother Board secara otomatis mengenal hardisk tersebut, seperti Maxtor, Seagete dll. selain tempat Bios hardisk Logic Board juga tempat switch atau pendistribusian Power Supply dan data dari Head Hardisk ke mother Board untuk ki kontrol oleh Processor.

Actual Axis
Adalah poros untuk menjadi pegangan atau sebagai tangan robot agar Head dapat membaca sctor dari hardisk.

Ribbon Cable
Ribbon cable adalah penghubung antara Head dengan Logic Board, dimana setiap dokumen atau data yang di baca oleh Head akan di kirim ke Logic Board untuk selanjutnya di kirim ke Mother Board agar Processor dapat memproses data tersebut sesuai dengan input yang di terima.

IDE Conector
Adalah kabel penghubung antara hardisk dengan matherboard untuk mengirim atau menerima data.
Sekarang ini hardisk rata-rata sudah menggunakan system SATA sehingga tidak memerlukan kabel Pita (Cable IDE)

Setting Jumper
Setiap hardis memiliki setting jumper, fungsinya untuk menentukan kedudukan hardisk tersebut.

Bila pada komputer kita dipasang 2 buah hardisk, maka dengan menyeting Setting Jumper kita bisa menentukan mana hardisk Primer dan mana Hardisk Sekunder yang biasanya disebut Master dan Slave.

Master adalah hardisk utama tempat system di instal, sedangkan Slave adalah hardisk ke dua biasanya dibutuhkan untuk tempat penyimpanan dokumen dan data. Bila Jumper settingnya tidak di set, maka hardisk tersebut tidak akan bekerja.

Power Conector
Adalah sumber arus yang langsung dari power supply. Power supply pada hardisk ada dua bagian :

1. Tegangan 12 Volt, berfungsi untuk menggerakkan mekanik seperti piringan dan Head.
2. Tegangan 5 Volt, berfungsi untuk mesupply daya pada Logic Board agar dapat bekerja mengirim dan menerima data.
Quote:
for tips: buat agan yang punya harddisk external, kalo bisa di jaga bener-bener. maksudnya jangan sampai jatuh/kena benturan keras, karena platter/piringannya bisa rusak. temen ane udah ada yang ngalamin, emang sih datanya bisa di recovery tp kan harga harddisk lumayan mahal.


Analogi

komunikasi radio, khususnya wifi, nggak ada bedanya dengan kita berkomunikasi
sesama manusia dalam kehidupan sosial yang sebenarnya. untuk berbicara
diperlukan mulut (tx power + antena gain), untuk mendengar diperlukan telinga
(rx sense + antena gain).

ukuran mulut dan ukuran telinga sama dgn Antena gain
intensitas suara yang keluar dari mulut sama dengan tx power
kepekaan suara yg ditelinga sama dgn rx sense

Masalah dan Solusi

Masalah real 1 : banyak halangan Line Of Sight sehingga intensitas sinyal
diterima menjadi lemah, solusi bodoh PASANG BOOSTER!
Solusi real 1 : Buatlah tower sehingga halangan Line of Sight bisa
diminimalisir, sehingga komunikasi bisa lancar

Analogi 1 : anda berbicara dengan tetangga sebelah rumah, tapi nggak mau keluar
ruangan dan memilih teriak-teriak dari dalam kamar, jika lawan bicara anda juga
berada dalam kamar dan memilih teriak-teriak juga, apakah tidak membuat
tetangga terganggu? tetangga yang marah bisa saja mendatangi anda sambil
menghadiahkan bogem mentah. tentu akan lebih baik jika anda melongok melalui
jendela dan berbicara dengan tetangga sama sama dari jendela bukan?

Masalah Real 2
==============
Signal wifi diterima cukup bagus, tetapi komunikasi data rusak, hal ini
disebabkan interferensi yang terlalu tinggi sehingga signal milik banyak pemain
wifi saling tumpang tindih, saling injak, mirip dengan istilah “jamming” atau
“jim jiman” yang digunakan para Breaker di ORARI. Solusi Bodoh, PASANG BOOSTER!
karena punya anggapan bodoh bahwa siapa yang paling kuat sinyalnya dia lah yang
akan menang.

Solusi Real 2
==============
Tumpang tindihnya signal wifi bisa diminimalisir dengan cara merubah polarisasi
antena. terdapat empat polarisasi antena yang bisa digunakan yaitu : vertikal,
horisontal, miring 45 derajat (kiri) dan miring 45 derajat (kanan). Dan carilah
channel wifi yang paling bersih memalui uji traffic di setiap channel, pilihlah
yang bisa dilalui traffic data paling besar dengan packet loss paling rendah.

Masalah Real 3
==============
Hotspot user semakain bertambah (mekar) dan beberapa user lama mulai drop
sinyalnya, dari semula sinyal strength/quality diterima bagus menjadi turun
10-50%, pindah pindah channel pun tidak mengatasi masalah, user mulai komplen
dah, yang punya hotspot jadi puyeng dan mengambil solusi bodoh PASANG BOOSTER!

Solusi Real 3
==============
memang benar, bahwa seiring bertambahnya waktu dan bertambahnya user akan ada
penurunan signal strength dan signal quality, selain karena disebabkan
penambahan client juga disebabkan semakin banyak pemakai wifi. solusinya yang
tepat adalah mengunakan 3x sectoral 120 derajat dengan 3 access point yg
bekerja pada ch 1,6,11. dengan penggunaan sectoral akan memperkuat jangkauan
(otomatis signal strentg/quality juga naik), atau mulai memindahkan dedicated
user ke dari semula PTMP menjadi PTP

Masalah Real 4
===============
User terlalu banyak, channel yang tersedia di 2.4 terlalu sedikit, hampir atau
bahkab semua channel sudah dipakai (faktanya hanya 3-4 channel yg bener2 tdk
saling mengganggu, yang lain semua overlapping frekuensinya) sehingga
interferensi di tower sendiri pun banyak. Solusi bodohnya : Beberapa pelanggan
yang mengeluhkan gangguan link dicoba diatasi dengan memasang booster!

Solusi real 4
=============
Bermodalkan GPS kita bisa mendapatkan data mengenai : koordinat lokasi
pelanggan dan jarak dari tower NOC. Lalu bikin tabel user yang isinya : nama
user, derajat (jika ditembak dgn kompas), jarak dari tower, channel yg
digunakan, bandwith yang dialokasikan.

Lalu kita bikin diagram berbentuk lingkaran, dengan titik pusat lingkaran
adalah Tower, bikin kontur lingkaran untuk jarak, misal 1km, 2km, 3km dst…
lalu dengan menggunakan busur kita petakan lokasi user dan ditarik garis dari
titik pusat. Gunakan warna-warna yang berbeda untuk membedakan user pada garis
yang hampir berhimpitan.

Nah, dari diagram tersebut kita bisa tahu kepadatan user dan signal beamnya.
berdasarkan diagram tersebut kita bisa melakukan langkah-langkah untuk
melakukan tindakan :

1. User yang arahnya sama, jika menggunakan PTP bisa digabung menjadi satu,
khususnya jika bandwithnya tidak terlalu besar, maka bisa digabungkan dalam
satu Access Point

2. sesuai no.1 jika user tersebut memerlukan bandwith yg besar dan
masing-masing tetap menggunakan PTP maka pilihlah channel yang tdk saling
overlapping

3. sesuai no.2 jika menggunakan ch yg saling overlapping, maka gunakan
polarisasi antena ptp yang berbeda utk meminimalkan interferensi.

4. user yang arahnya saling bertolak belakan 180 derajat jangan menggunakan
channel yg sama/overlapping

5. sesuai no.4 jika terpaksa overlapping maka gunakan polarisasi antena yang
berbeda

6. prioritaskan user yang memerlukan bandwith besar (misal 512kbps) dari
gangguan interferensi dengan cara membebaskan channel dari digunakan user lain
di tower yg sama.

7. gabungkan user-user kecil dalam satu acess point, jika beamnya berhimpitan,
maka gunakan antena grid, tapi jika beamnya cukup lebar maka gunakan antena
sectoral.

Masalah
=======
anda pusing, salah satu client anda bermasalah, dari sejak awal instalasi
selalu saja ada packet loss, latency gede, padahal signal bagus, tapi data
lewat rusak. ada apa gerangan? karena sdh kehabisan cara, anda ambil solusi
bodoh pasang booster dengan harapan masalah bisa diselesaikan.

solusi
=======
coba anda perhatikan di sisi client, adakah medan listrik/elektromagnetik yang
cukup besar? apakah client anda lokasinya berdekatan dgn Saluran Listrik
tegangan Tinggi? apakah monitor komputer di tempat pelanggan anda bergoyang?

Data akan mengalami distorsi cukup hebat jika terjadi interferensi dari medan
listrik. jangankan signal radio, packet data lewat kabel UTP saja bisa rusak!

Khusus untuk peralatan radio yang ditempatkan berdekatan dgn medan listrik
tinggi, lakukan hal sebagai berikut :

1. groundingkan tower
2. gunakan box logam yg tergrounding dengan baik (terhubung ke tower yg sdh ada
ground-nya)
3. jika tower/box tdk punya ground, bungkus radio dengan aluminium foil dan
sambungkan dengan body konektor pada radio wifi anda.
4. gunakan kabel STP (jangan UTP) untuk meredam interferensi pada kabel
5. untuk tower yang tidak diground (grounding penangkal petir ada, tapi
terisolasi dengan tower) maka sambungkan tower anda dengan ground. biasaya
tower yang dibikin di ruko tdk digrounding dengan baik.

khusus utk meredam gangguan medan listrik di peralatan komputer dalam ruangan
lakukan langkah sbb :

6. pasang shield di sisi bangunan yang menghadap dengan kabel listrik tegangan
tinggi. shield disini berbentuk sangkar/jeruji yang digroundkan untuk meredam
gangguan medan listrik pada gedung
7. gunakan atap seng yang digroundkan, fungsinya utk shield juga

attention buat yg mau buka warnet/kantor yang berbasis pada teknologi IT :

“hindari bangunan yang berdekatan langsung dengan Saluran Tegangan Tinggi”

Sumber: http://opensource.telkomspeedy.com/forum/