Protect TCP SYN_Flood di Mikrotik

Posted: September 10, 2014 in Mikrotik

Pada artikel sebelumnya TCP Flag , yang mana didalam penjelasan tersebut bahwa SYN:
“Mengindikasikan bahwa segmen TCP yang bersangkutan mengandung Initial Sequence Number (ISN). Selama proses pembuatan sesi koneksi TCP, TCP akan mengirimkan sebuah segmen dengan flag SYN diset ke nilai 1. Setiap host TCP lainnya akan memberikan jawaban (acknowledgment) dari segmen dengan flag SYN tersebut dengan menganggap bahwa segmen tersebut merupakan sekumpulan byte dari data. Field Acknowledgment Number dari sebuah segmen SYN diatur ke nilai ISN + 1.”
Yang mana artinya TCP SYN bisa menjadi banyak yang mengakibatkan pengiriman tcp flood karena pada setiap koneksi TCP akan mengirimkan sebuah segmen dengan flag SYN yang diset ke nilai 1, maka host TCP lainnya akan memberikan jawaban terhadap pengiriman tersebut. Jika dilakukan berulang kali dan secara banyak, maka akan mengakibat kan flood koneksi, tentu koneksi sedikit akan terganggu dengan adanya flood tersebut, walau tidak terlalu banyak efek yang dirasakan, setidaknya kita bisa mencegah jangan sampai hal tersebut terjadi.
Bagaimana cara memproteksi jaringan terhadap flood TCP SYN ini ? pada MikroTik Router bisa kita tambahkan rule di bagian firewallnya:

/ip firewall filter
add chain=forward protocol=tcp\
tcp-flags=syn connection-state=new\
action=jump jump-target=SYN-Protect\
comment=”Flood protect” disabled=no

Penjelasan:
Setiap data baru (new connection) yang mengandung TCP FLAG SYN akan dibelokkan ke chain yang bernama “SYN-Protect”.

/ip firewall filter
add chain=SYN-Protect protocol=tcp
tcp-flags=syn limit=400,5\
connection-state=new action=accept\
comment=”” disabled=no

Penjelasan:
Kemudian pada chain “SYN-Protect” data syn dengan limit dibawah rata-rata 400/sec dengan burts 5 akan diaccept.

/ip firewall filter
add chain=SYN-Protect protocol=tcp\
tcp-flags=syn connection-state=new \
action=drop comment=”” disabled=no

Penjelasan:
Jika data baru melebihi dari batas rule yang ke-dua akan diblock.

Sumber

Advertisements

TCP Flag

Posted: September 10, 2014 in Mikrotik

Sebuah segmen TCP dapat memiliki flag (tanda-tanda) khusus yang mengindikasikan segmen yang bersangkutan, seperti yang disebutkan di bawah ini :

URG :

Mengindikasikan bahwa beberapa bagian dari segmen TCP mengandung data yang sangat penting, dan field Urgent Pointer dalam header TCP harus digunakan untuk menentukan lokasi di mana data penting tersebut berada dalam segmen.

ACK :

Mengindikasikan field Acknowledgment mengandung oktet selanjutnya yang diharapkan dalam koneksi. Flag ini selalu diset, kecuali pada segmen pertama pada pembuatan sesi koneksi TCP.

PSH :

Mengindikasikan bahwa isi dari TCP Receive buffer harus diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi. Data dalam receive buffer harus berisi sebuah blok data yang berurutan (kontigu), dilihat dari ujung paling kiri dari buffer. Dengan kata lain, sebuah segmen yang memiliki flag PSH diset ke nilai 1, tidak bolah ada satu byte pun data yang hilang dari aliran byte segmen tersebut; data tidak dapat diberikan kepada protokol lapisan aplikasi hingga segmen yang hilang tersebut datang. Normalnya, TCP Receive buffer akan dikosongkan (dengan kata lain, isi dari buffer akan diteruskan kepada protokol lapisan aplikasi) ketika buffer tersebut berisi data yang kontigu atau ketika dalam “proses perawatan”. Flag PSH ini dapat mengubah hal seperti itu, dan membuat akan TCP segera mengosongkan TCP Receive buffer. Flag PSH umumnya digunakan dalam protokol lapisan aplikasi yang bersifat interaktif, seperti halnya Telnet, karena setiap penekanan tombol dalam sesi terminal virtual akan dikirimkan dengan sebuah flag PSH diset ke nilai 1. Contoh dari penggunaan lainnya dari flag ini adalah pada segmen terakhir dari berkas yang ditransfer dengan menggunakan protokol FTP. Segmen yang dikirimkan dengan flag PSH aktif tidak harus segera di-acknowledge oleh penerima.

RST :

Mengindikasikan bahwa koneksi yang dibuat akan digagalkan. Untuk sebuah koneksi TCP yang sedang berjalan (aktif), sebuah segmen dengan flag RST diset ke nilai 1 akan dikirimkan sebagai respons terhadap sebuah segmen TCP yang diterima yang ternyata segmen tersebut bukan yang diminta, sehingga koneksi pun menjadi gagal. Pengiriman segmen dengan flag RST diset ke nilai 1 untuk sebuah koneksi aktif akan menutup koneksi secara paksa, sehingga data yang disimpan dalam buffer akan dibuang (dihilangkan). Untuk sebuah koneksi TCP yang sedang dibuat, segmen dengan flag RST aktif akan dikirimkan sebagai respons terhadap request pembuatan koneksi untuk mencegah percobaan pembuatan koneksi.

SYN :

Mengindikasikan bahwa segmen TCP yang bersangkutan mengandung Initial Sequence Number (ISN). Selama proses pembuatan sesi koneksi TCP, TCP akan mengirimkan sebuah segmen dengan flag SYN diset ke nilai 1. Setiap host TCP lainnya akan memberikan jawaban (acknowledgment) dari segmen dengan flag SYN tersebut dengan menganggap bahwa segmen tersebut merupakan sekumpulan byte dari data. Field Acknowledgment Number dari sebuah segmen SYN diatur ke nilai ISN + 1.

FIN :

Menandakan bahwa pengirim segmen TCP telah selesai dalam mengirimkan data dalam sebuah koneksi TCP. Ketika sebuah koneksi TCP akhirnya dihentikan (akibat sudah tidak ada data yang dikirimkan lagi), setiap host TCP akan mengirimkan sebuah segmen TCP dengan flag FIN diset ke nilai 1. Sebuah host TCP tidak akan mengirimkan segmen dengan flag FIN hingga semua data yang dikirimkannya telah diterima dengan baik (menerima paket acknowledgment) oleh penerima. Setiap host akan menganggap sebuah segmen TCP dengan flag FIN sebagai sekumpulan byte dari data. Ketika dua host TCP telah mengirimkan segmen TCP dengan flag FIN dan menerima acknowledgment dari segmen tersebut, maka koneksi TCP pun akan dihentikan.

Proses pembuatan koneksi TCP disebut juga dengan “Three-way Handshake“. Tujuan metode ini adalah agar dapat melakukan sinkronisasi terhadap nomor urut dan nomor acknowledgement yang dikirimkan oleh kedua pihak dan saling bertukar ukuran TCP Window. Prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Berkas:TCP Three Way Handshake.png

  • Host pertama (yang ingin membuat koneksi) akan mengirimkan sebuah segmen TCP dengan flag SYN diaktifkan kepada host kedua (yang hendak diajak untuk berkomunikasi).
  • Host kedua akan meresponsnya dengan mengirimkan segmen dengan acknowledgment dan juga SYN kepada host pertama.
  • Host pertama selanjutnya akan mulai saling bertukar data dengan host kedua.

TCP menggunakan proses jabat tangan yang sama untuk mengakhiri koneksi yang dibuat. Hal ini menjamin dua host yang sedang terkoneksi tersebut telah menyelesaikan proses transmisi data dan semua data yang ditransmisikan telah diterima dengan baik. Itulah sebabnya, mengapa TCP disebut dengan koneksi yang reliable..

 

Sumber : Wikipedia

Tipe LCD kamera/ponsel

Posted: October 30, 2012 in news

Layar LCD, atau Liquid Crystal Display, sudah pasti adalah bagian penting tak terpisahkan dari sebuah ponsel modern. Sejak munculnya ponsel berlayar warna hingga saat ini sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam teknologi layar, dan kabar baiknya adalah biaya produksinya yang semakin murah. Tapi tidak semua ponsel punya layar LCD yang sama, meski sepintas tampak sama. Kali ini saya coba jelaskan apa-apa saja yang perlu dicermati dari spesifikasi layar LCD pada sebuah ponsel supaya kita tidak menyesal setelah membeli.

Layar LCD tersusun dari sekumpulan piksel warna yang tiap pikselnya terdiri dari tiga elemen warna yaitu merah (Red), hijau (Green) dan biru (Blue) atau biasa disebut dengan RGB. Piksel ini tersusun membentuk bidang persegi empat, bisa horizontal atau vertikal tergantung desain ponselnya, dengan aspek rasio umumnya 4 banding 3. Ada kalanya satu dua piksel di layar LCD terperangkap dan tidak bisa berubah warna, biasa disebut dead pixel. Layar LCD modern sudah dilengkapi dengan teknologi touch screen sehingga bisa merespon terhadap sentuhan, sehingga menyebabkan booming ponsel layar sentuh seperti Android dan tablet. Untuk membedakan teknologi layar LCD, cobalah perhatikan spesifikasi berikut ini.

Jenis material pembuatnya

Dulu di era 90-an, layar warna pada ponsel masih berteknologi CSTN yang biaya produksinya lebih murah. Layar CSTN punya kekurangan yaitu waktu respon yang lambat dan tidak enak dilihat. Kini teknologi CSTN sudah tidak dipakai dan sudah diganti dengan TFT yang lebih cepat dan jernih. Kualitas layar TFT sendiri masih ada beberapa kelas, dibedakan dari waktu respon (semakin cepat semakin baik) dan kontras rasio (semakin kontras semakin baik). Saat ini teknologi TFT sudah sampai di tahap sangat baik, dengan hadirnya Super Clear LCD TFT dan Nova Dispay yang punya kontras sangat tinggi, warna hitam pun tampil benar-benar hitam gelap. Di pihak lain ada pesaing LCD yang bernama Amoled, yang dulunya berawal dari OLED dan kini sudah berkembang menjadi Super Amoled.

Kedalaman warna

Ini kaitannya dengan seberapa banyak warna yang bisa ditampilkan oleh sebuah layar LCD, diantaranya :

8 bit (256 warna)
12 bit (4096 warna)
16 bit (65 ribu warna)
18 bit (256 ribu warna)
24 bit (16 juta warna)

Semakin banyak warna maka tampilan akan semakin tampak nyata seperti aslinya, gradasi warna yang halus dan enak dilihat. Di atas 16 juta warna mata manusia sudah tidak bisa merasakan perbedaannya, jadi tidak perlu menunggu spesifikasi layar di atas itu. Ponsel jaman sekarang umumnya layarnya sudah punya 65 ribu warna, bahkan ini sudah dirasa ketinggalan jaman karena sudah mulai banyak ponsel modern dengan 16 juta warna.

Resolusi / kerapatan piksel

Ini yang sering mengecoh kita. Kita sering menganggap bahwa layar itu dinilai dari ukuran fisiknya saja, misal ponsel dengan layar 3 inci seolah lebih baik dari yang 2,8 inci dan seakan bakal lebih nyaman untuk membaca teks. Padahal soal ketajaman itu tidak berkaitan dengan ukuran layar. Ketajaman ditentukan dari kerapatan piksel, artinya semakin banyak piksel pada sebuah LCD maka semakin tajam tampilan yang dihasilkan layar. Perhatikan kalau ponsel dengan spesifikasi layar yang mirip, bisa saja punya resolusi QVGA, HVGA, VGA atau bahkan WVGA. Sebagai contoh Samsung Galaxy Mini punya layar 3,2 inci tapi resolusinya cuma QVGA, sedang Galaxy Gio yang juga 3,2 inci punya resolusi HVGA, tapi Xperia Ray yang layarnya 3,3 inci punya resolusi WVGA.
Bila bingung dengan istilah resolusi, inilah beberapa resolusi layar standar dan namanya :

220 x 176 : ponsel biasa
320 x 240 -> QVGA (Quarter VGA) : Galaxy Mini, Nokia C5
400 x 240 -> WQVGA (Wide Quarter VGA) : Samsung Wave, Star
480 x 320 -> HVGA (Half VGA) : Galaxy Ace, Xperia Mini
640 x 360 -> nHD : Nokia N97, Nokia 500, Nokia 700
640 x 480 -> VGA : Blackberry Bold, Nokia E6
800 x 480 -> WVGA (Wide VGA) : Galaxy S, Xperia Arc
800 x 600 -> SVGA (Super VGA)
960 x 640 -> DVGA : iPhone 4

Tentunya semakin rendah kerapatan pikselnya maka layarnya akan semakin tidak tajam, font dan icon tampak bergerigi dan tidak nyaman untuk membaca teks ukuran kecil. Saran saya, hindari membeli ponsel dengan layar besar (misal 3 inci) yang resolusinya cuma QVGA, usahakan dapat yang HVGA.

Teknologi layar sentuh

Layar sentuh sudah jadi tren ponsel masa kini. Ada dua macam teknologi layar sentuh, yaitu :

resistif : kuno, murah dan bisa ditekan pakai apa saja (biasanya disertai stylus)
kapasitif : modern, lebih mahal dan hanya bisa disentuh jari (tidak bisa pakai kuku)
Kini bahkan layar sentuh sudah mampu mengenal lebih dari satu sentuhan (multi touch) yang berguna untuk mendeteksi gesture seperti cubit, geser dan zoom.

Itulah beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam menilai layar sebuah ponsel, ternyata tidak semua layar LCD itu sama kan?

Sumber

MIMO = Multiple-Input Multiple-Output

Posted: June 15, 2010 in news

Mari bicara tentang wireless communication. Lebih spesifiknya, tentang teknologi Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) dalam wireless communication.

Apa Itu MIMO?

Hampir semua orang yang punya laptop atau handphone-tipe-rada-canggih pasti pernah memanfaatkan layanan internet nirkabel, contohnya wireless LAN (WLAN alias WiFi alias hot spot?) yang biasa ada di tempat-tempat umum. Pernahkah Anda merasa, kecepatan browsing internet wireless lebih lambat dibandingkan dengan koneksi berkabel? Sorry to say, tapi memang begitulah kenyataannya. Nah, tujuan utama si MIMO ini adalah meningkatkan data rate wireless communication secara signifikan. Wireless LAN yang tadinya berkecepatan maksimum 54 Mbps, bisa di-makeover sampai 600 Mbps (batas maksimum untuk standar WLAN terbaru–disahkan tahun 2009) bahkan hingga orde Gbps (yang sedang dalam proses penggodokan). Bye bye internet wireless lemot!
Bagaimana MIMO bisa meningkatkan kecepatan ber-internet? Idenya adalah: menambah jumlah antena. Jadi, selama ini, sistem internet wireless kita menggunakan satu antena pengirim (transmit antenna) dan satu antena penerima (receive antenna). Sistem ini disebut SISO, Single-Input Single-Output. Sekarang, bagaimana kalau kita tambah jumlah antenanya? Misalnya, di bagian pengirim ada dua antena, di bagian penerima ada dua antena. Semua antena bisa bekerja pada waktu yang sama. Sistem ini disebut MIMO, Multiple-Input Multiple-Output. Logikanya, dengan menggunakan MIMO, pada setiap saat, jumlah data yang bisa ditransmisikan lebih banyak kan? Karena itulah, data rate akan jauh lebih tinggi. Insya Allah.

MIMO

Oh iya, sebelum lebih jauh, kayaknya gw perlu menambahkan: MIMO bukan hanya untuk internet wireless, tetapi juga bisa untuk banyak aplikasi lain contohnya transmisi TV digital.

Apa Itu STBC?

Judul post ini adalah “STBC-MIMO”. Sebelum gw menjelaskan apa itu STBC, gw ceritakan sedikit mengenai kenyataan pahit yang kita hadapi saat transmisi data. Data yang dipancarkan secara wireless akan mengalami gangguan di udara (atau istilah yang dipakai ketika kuliah: mengalami noise di kanal). Akibatnya, ketika data diterima oleh receiver, terjadi error. Yang dikirim ’0′, yang diterima ’1′. Atau sebaliknya. Ketika kita mentransmisikan data dengan sistem MIMO, resiko error itu semakin besar. Karena antena yang digunakan banyak, kalau sinyalnya saling mengganggu gimana? Di sinilah STBC berperan: untuk mengurangi error.
Kepanjangan STBC adalah Space-Time Block Codes. Nggak perlu ngerti lah maksudnya “space-time block codes” itu apa. Gw juga nggak begitu ngerti -_-. Intinya, ketika menerapkan STBC, transmitter akan mengirimkan data yang sama lebih dari sekali, buat jaga-jaga kalau-kalau data itu kenapa-kenapa di jalan. Hehehe. Kalau receiver menerima data yang “rusak”, dia tetap bisa memprediksi dengan akurat, sebenarnya data aslinya itu apa. Istilah dalam kuliah: melakukan proses decoding data.
Transmitter nggak boleh sembarangan dalam mengirim data. Ada pola tertentu yang harus diikuti. Contohnya, untuk MIMO system dengan dua antena pengirim, dan ada dua macam data yang ingin dikirimkan (A dan B), berlaku pola berikut ini.
• Pada detik pertama (pakai istilah “detik” biar lebih gampang), antena 1 mengirimkan data A, antena 2 mengirimkan data B.
• Pada detik kedua, antena 1 mengirimkan data -B, antena 2 mengirimkan data A.
Yah, nggak persis seperti itu sih, tapi yang penting cukup memberi gambaran bahwa skemanya nggak sesimpel “antena 1 mengirimkan data A dua kali berturut-turut dan antena 2 mengirimkan data B dua kali berturut-turut”. Skema seperti ini disebut transmit diversity.
Seorang jenius bernama Alamouti berhasil menemukan bahwa dengan skema transmit diversity yang tepat, somehow sinyal yang kita kirimkan bisa jadi lebih “kuat” yang artinya tahan terhadap noise. Alamouti berhasil menurunkan secara matematis. Keren banget. Hanya dengan mengatur pola pengiriman data, kita bisa mendapatkan gain tanpa menambah komponen hardware. Fenomena ini disebut transmit diversity gain.

Sumber : http://aidillapradini.wordpress.com/page/3/


Sejak mengenal Linux, khususnya Ubuntu, saya merasa ingin selalu bisa membagi ilmu yang telah saya pelajari pada teman, sahabat atau saudara. Tapi terkadang hal yang paling berat adalah, jika saya mengajarkan ilmu tentang Linux pada seseorang yang memiliki komputer, tapi koneksi internetnya sangat lambat. Karena, salah satu kelemahan Linux adalah tidak bisa berjalan dengan sempurna jika belum terupdate. Tapi, kini masalah tersebut bukanlah momok lagi bagi saya. Hal ini tidak akan menjadi masalah bagi saya untuk mengajarkan ilmu tentang Ubuntu menggunakan Master Ubuntu Custom yang saya buat. Sejak membaca artikel dari Pak Felani, tentang Mastering Ubuntu Karmic, yaitu cara backup Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya menjadi Master Ubuntu Custom yang telah terupdate. Menurut Pak Felani, ini sama seperti backup Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Tapi, file yang dihasilkan adalah master ubuntu custom yang bisa diinstal kembali ke komputer yang ingin menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala.

Sebelum melakukan Remastering, ada beberapa hal yang perlu anda lakukan.

1. Hapus file yang menurut anda tidak perlu dan tidak penting
2. Instal aplikasi Remastersys pada Ubuntu anda. Caranya sebagai berikut:
a. Tambahkan deb http://www.geekconnection.org/remastersys/repository karmic/ di /etc/apt/sources.list Anda
b. Kemudian sudo apt-get update && sudo apt-get install remastersys
3. Saat melakukan backup, usahakan anda terhubung ke internet, karena ada file yang harus didownload dan juga instal saat anda melakukan backup
4. Kosongkan trash atau tempat sampah pada Ubuntu anda

Jika semua hal diatas telah anda lakukan dan anda juga telah siap untuk melakukan backup, maka anda bisa memulai untuk membackup Ubuntu anda menggunakan Remastersys. Caranya, buka aplikasi remastersys melalui menu

system – administrations – remastersys

Setelah itu, anda akan diminta untuk memasukkan password Ubuntu anda. Setelah itu, klik OK pada jendela baru yang muncul. Maka akan muncul menu dari aplikasi remastersys. Menu yang ada diantaranya, Backup, Dist, Distcdfs, Distiso, Modify, Clean, Info, Quit. Pilih menu Backup untuk memulai backup Ubuntu 9.10 Karmic Koala anda. Backup ini akan menghasilkan file *.ISO yang bisa anda jadikan CD/DVD master Ubuntu 9.10 Karmic Koala Custom anda. Proses Remastering akan berjalan setelah anda klik OK pada jendela baru yang muncul. Sebelum proses backup, akan ada proses download dan istalasi file tambahan. Maka, komputer, laptop atau notebook anda harus terhubung ke internet. Setelah file tambahan tersebut terdownload dan terinstal, maka proses backup akan berjalan dalam beberapa menit. Lamanya proses ini tergantung dari Ubuntu anda. semakin banyak file yang akan anda backup, maka proses remastering akan berjalan sedikit lama. Jika proses backup telah selesai, anda bisa menjumpai Master Ubuntu 9.10 Karmic Koala Custom buatan anda pada folder Home – Remastersys – Remastersys. Besarnya file tersebut tergantung dari Ubuntu anda. Semakin banyak file yang perlu anda backup, semakin besar file *.ISO yang dihasilkan. Anda bisa membuat master Ubuntu 9.10 Karmic Koala Custom dengan file backup dari Ubuntu anda. Jadi, anda tidak akan merasa bingung jika anda ingin mengajarkan Ubuntu pada teman, saudara atau sahabat walaupun koneksi internetnya lemot. Karena, master Ubuntu 9.10 Karmic Koala yang anda instalkan pada komputer, laptop, atau notebook saudara, teman atau sahabat anda adalah Ubuntu 9.10 Karmic Koala yang sama dengan Ubuntu milik anda yang anda backup. Jadi, jika anda telah mengupdatenya, maka Ubuntu yang anda instalkan juga sudah terupdate.

sumber : http://estiko.info/remastering-os-salah-satu-kelebihan-linux/


Bosan rasanya melihat grub ubuntu 9.10 Karmic Koala saya yang hitam saat booting. Rasanya ingin sekali saya menambahkan sebuah gambar yang menarik, agar tampilan grub ubuntu saya bisa lebih cantik. Karena belum mengetahui bagaimana cara menggantinya, maka saya blog walking ke Solve With It, salah satu blog yang membahas tentang Linux favorit saya. Di sana, saya mendapatkan sebuah ilmu yang sangat berguna. Tulisan karya Mas Felani yang berjudul Splash Images on Karmic ini mebuat saya berani untuk mencoba mengganti grub default dari Ubuntu 9.10 Karmic Koala saya yang hitam menjadi lebih berwarna. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengistal Grub2-splashimages. Saya mengetikkan perintah

sudo apt-get install grub2-splashimages

Setelah itu, proses download dan instalasi akan berjalan dengan otomatis. Setelah proses download dan instalasi selesai, maka sekarang saatnya untuk menggantu GRUB default dari Ubuntu 9.10 Karmic Koala dengan image yang sesuai dengan keinginan anda. Sebagai catatan, berkas yang tadi anda unduh berada di /usr/share/images/grub.

Splashimages

Untuk mulai mengganti splash images pada grub, edit file /etc/grub.d/05_debian_theme, cari baris:

for i in {/boot/grub,/usr/share/images/desktop-base}/moreblue-orbit-grub.{png,tga} ; do

edit menjadi

for i in {/boot/grub,/usr/share/images/desktop-base,/usr/share/images/grub}/namaimage.{png,tga} ; do

*anda ganti namaimage dengan nama gambar yang anda pilih.

Anda bisa menabahkan gambar baru ke /usr/share/images/grub dengan login sebagai root. Perintahnya sebagai berikut:
sudo nautilus
Image yang anda masukkan harus berekstensi .png atau .tga serta memiliki resolusi 640×480 pixel (VGA)

Setelah itu, klik save dan quit. Setelah file tersimpan, kini saatnya mengupdate grub agar splash images yang telah anda masukkan bisa berfungsi. Perintah yang anda ketik di terminal adalah:

sudo update-grub

Setelah berhasil, anda restart komputer atau laptop anda. Maka, anda akan melihat bahwa spalsh images yang anda instal telah menggantikan spalsh images default dari Ubuntu 9.10 Karmic Koala yang hitam. Sehingga, anda tidak akan merasa bosan dengan tampilan grub saat anda menyalakan komputer atau laptop anda.

sumber : http://estiko.info/belajar-mengganti-splash-image-di-grub-ubuntu/

Mengganti halaman login Ubuntu 9.10

Posted: June 14, 2010 in ubuntu

Layar login yang lebih dikenal dengan istilah gdm pada ubuntu versi 9.04 kebawah dapat dengan mudah diganti dan direvisi, namun sejak versi 9.10 terasa sulit untuk diubah-ubah.

Login

Layar login pada dasarnya terdiri dari 4 bagian, dan kesemuanya bisa diganti sesuai selera background, GTK theme, Icon theme, icon serta tampilan nama user bahkan compiz-pun bisa diaktifkan dilayar login ini, penasaran-kan mari kita lanjutkan.

Langkah awal adalah siapkan seluruh kebutuhan semisal theme dan icon yang akan dijadikan default untuk layar login (gdm) serta file lata belakang (background) yang akan dijadikan untuk layar login.

1. Background / Latar Belakang Layar

untuk menampilkan file background yang sedang diaktifkan perintahnya

$ sudo -u gdm gconftool-2 –get /desktop/gnome/background/picture_filename

nanti akan muncul file gambar yang sedang digunakan dan diletakan dimana, sedangkan perintah untuk menggantinya

$ sudo -u gdm gconftool-2 –set –type string /desktop/gnome/background/picture_filename /media/Data/Download/usplash-blankon5-1.png

itu artinya mengganti background layar login dengan file usplash-blankon5-1.png yang terletak di partisi Data dengan folder Download. Lanjutkan dengan mengecek apakah sudah berubah dengan perintah

$ gdmflexiserver

Ok, urusan urusan background beres kita lanjutkan dengan

2. GTK Theme

cek theme GTK yang aktif, caranya

$ sudo -u gdm gconftool-2 –get /desktop/gnome/interface/gtk_theme

akan muncul nama GTK theme yang aktif, tema yang dapat dipilih nama-namanya ada di /usr/share/themes misal saya akan pilih theme dengan nama Nuvola (themes Nuvola) maka perintahnya adalah

$ sudo -u gdm gconftool-2 –set –type string /desktop/gnome/interface/gtk_theme Nuvola

Pastikan bahwa theme Nuvola memang ada dengan mengeceknya di folder /usr/share/themes.

Lanjutkan dengan Icon theme, jika penasaran cek dulu dengan perintah

$ gdmflexiserver

3. Icon Theme

cek tema icon yang aktif

$ sudo -u gdm gconftool-2 –get /desktop/gnome/interface/icon_theme

untuk menggantinya, pastikan nama iconnya sudah benar cek di /usr/share/icons, sebagai contoh saya pakai icon Gion

$ sudo -u gdm gconftool-2 –set –type string /desktop/gnome/interface/icon_theme Gion

Cek sudah sesuai keinginan belum dengan perintah

$ gdmflexiserver

icon theme tidak begitu terlihat perbedaannya di gdm, lalu lanjutkan dengan mengedit iconnya

4. Icon

Cek nama icon yang aktif dengan perintah

$ sudo -u gdm gconftool-2 –get /apps/gdm/simple-greeter/logo_icon_name

berikan perintah untuk mengganti icon, tentunya setelah gambar iconnya disiapkan filenya. Yang dipakai adalah file yang ada dibawah folder icons yang tadi dipilih padan icon theme difolder mana saja, atau tambahkan icon baru difolder icons

sudo -u gdm gconftool-2 –set –type string /apps/gdm/simple-greeter/logo_icon_name start-here.png

Berbeda dengan yang sebelum icon tidak langsung berubah kecuali anda restart, jadi lanjutkan tanpa perlu dicek kecuali anda sudah selesai.

5. Daftar nama pemakai

Ada kalanya daftar nama pemakai (user) tidak mau anda tampilkan maka perintahnya

$ sudo -u gdm gconftool-2 –set –type boolean /apps/gdm/simple-greeter/disable_user_list true

sedangkan untuk mengaktifkannya adalah

$ sudo -u gdm gconftool-2 –set –type boolean /apps/gdm/simple-greeter/disable_user_list falseMengaktifkan Compizz

Sayangnya perintah inipun baru bisa terlihat setelah di restart

6. Mengaktifkan Compizz

Untuk Mengaktifkannya

$ sudo -u gdm gconftool-2 –set –type boolean /apps/gdm/simple-greeter/wm_use_compiz true

Menonaktifkannya

$ sudo -u gdm gconftool-2 –set –type boolean /apps/gdm/simple-greeter/wm_use_compiz false

7. Menonaktifkan StartUp Program

Untuk melihat file apa saja yang jalankan pada saat awal

$ ls /usr/share/gdm/autostart/LoginWindow/

untuk menonaktifkannya silahkan hapus file-file yang muncul dengan perintah

$ sudo rm /usr/share/gdm/autostart/LoginWindow/NAMA_FILE_YANG_TADI_MUNCUL

Sebaiknya sebelum anda hapus salin dahulu filenya, sehingga ketika dihapus dan akhir dirasa perlu anda hanya tinggal mengembalikan lagi.

sumber : http://muhidin.wordpress.com/2010/02/12/ubah-layar-login-di-ubuntu-9-10/